Pancasila!!.. Satu, Ketuhanan yang Maha Esa. Dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Lima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

garuda-indonesiaMasih terngiang ditelinga saya lafal di atas, sebagai petugas pembaca Pancasila, yang saya ucapkan dengan lantang pada setiap upacara bendera setiap hari senin 23 tahun silam. Kepercayaan yang diberikan selama satu tahun berturut-turut, yaitu pada kelas V dan kelas VI SD Negeri XXIV Tanjung Enim, Sumatra Selatan, tidak saya sia-siakan dengan aktif mengikuti upacara bendera. Bahkan pada saat lomba upacara bendera mewakili sekolahpun tanggung jawab itu tetap dipercayakan kepada saya.  Kami semua melaksanakan upacara dengan betul-betul hikmat. Kebanggaan sebagai salah satu petugas upacara masih terasa hingga saat ini. Saya benar-benar bangga! Mudah-mudahan kebanggaan ini masih ada pada anak-anak Indonesia saat ini.

1 Juni 1945, ditetapkan sebagai hari lahir Pancasila, karena pada saat itu Bapak Soekarno mengemukakan dasar-dasar rumusan Pancasila di depan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang akhirnya ditetapkan sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.Sejak saat itu, sudah lebih dari 60 tahun sudah Pancasila menjadi dasar negara, ideologi bangsa, dan pandangan hidup masyarakat Indonesia. Tetapi apakah nilai-nilai luhur Pancasila betul-betul masih ada dalam jiwa Indonesia?

Lihatlah negara Indonesia beberapa tahun terakhir, dibidang politik makin maraknya kasus korupsi dan suap para pejabat negara, anggota dewan yang saling adu jotos di arena sidang; bidang ekonomi birokrasi yang rumit membuat para investor asing ogah menanamkan modalnya di Indonesia, kesenjangan antara kaya dan miskin masih tinggi. Bidang olahraga: sudah menjadi sarapan khalayak akan adanya tawuran antar suporter sepakbola; bidang pendidikan: mahasiswa yang notabene merupakan agen perubahan malah sering terlibat tawuran (solidaritas yang kebablasan..), berita plagiarisme yang dilakukan oleh para dosen perguruan tingggi. Dan masih banyak peristiwa-peristiwa lain. Banyak sekali permasalahan yang melanda bangsa ini, dan setiap hari jadi konsumsi media-media televisi. Adat ketimuran yang dulu menjadi diferensiasii antara masyarakat kita dengan dunia barat seakan-akan mulai terkikis.

Mengaktifkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila/P4 (Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila) dalam pendidikan bangsa sepertinya merupakan salah satu cara membumikan kembali Pancasila di Indonesia, atau adakah cara lain?

Bagi yang ingin memahami kembali isi butir-butir Pancasila, dapat diunduh disini.