Kenapa selalu ada masalah yang saya alami?

Kenapa masalah-masalah itu hanya diseputar angka-angka atau selalu ada hubungannya dengan uang?

Apakah saya termasuk hamba yang kurang bersyukur?

Kau tercipta hanya untukku…  Aku lahir hanya untukmu…

Seakan-akan orang (yang banyak masalah), ingin menyanyi syair tersebut…

senyumMasalah, problem, cobaan, tantangan, ujian akan dialami oleh setiap orang hidup tanpa kecuali. Bahkan untuk seorang hamba suci seperti seorang nabi. Artinya kita tidak dapat menghindari apalagi lari dari hal (baca: cobaan hidup) tersebut. Banyak orang mengakhiri hidupnya hanya karena tak kuat menghadapi besarnya cobaan hidup yang dia derita, dengan harapan masalahnya berakhir setelah dia meninggal. Walaupun sebenarnya, tindakan tersebut hanya akan menambah masalah yang baru baginya, yaitu masalah dunia (sewaktu dia hidup) yang harus dipertanggungjawabkan dan bermasalah (baca: dosa besar)  karena dia mengakhiri hidupnya dengan jalan yang tidak diridhoi oleh Allah SWT.

Masalah sering muncul karena ulah atau akibat dari apa yang kita lakukan. Semua hal yang terjadi di dunia ini menganut hukum sebab akibat. Kalau menurut buku Kubik Leadership, karangan Bapak Jamil Azzaini, dkk, dalam hidup ada hukum kekekalan energi, semua energi yang telah kita keluarkan, akan kembali lagi kepada kita. Itu artinya kalau kita melakukan suatu kebaikan, maka kebaikan pula yang akan kita dapatkan. Sayangnya.. begitu pula sebaliknya, hal buruk yang dilakukan juga akan kembali kepada si pelakunya. Hanya perlu waktu dalam implementasinya, dan dalam bentuk yang lain, dan sangat mungkin jauh lebih dahsyat. Well.. siapa yang menanam pasti akan menuai ;).

Masalah muncul karena kandungan prosentase “negative thinking” lebih banyak dibandingkan prosentase “positive thinking” dalam pikiran kita. Yup.. negative thinking atau pikiran-pikiran sampah adalah biangnya pembuat masalah. Gak percaya? Ilutrasinya begini, kalau kita perhatikan seorang balita sedang belajar berjalan, pasti dia akan sering jatuh. Tetapi apakah dia langsung menyerah? Tidak. Dia akan terus dan terus mencoba, karena tidak ada pikiran-pikiran sampah seperti “kalau jatuh aku benjol, sakit, atau berdarah”. Mereka belum punya pikiran-pikiran sampah (baca: negative thinking) itu, yang ada hanya dia melakukan suatu hal yang baru dan akan terus melakukannya. Ga kebayang kalau bayi punya pikiran-pikiran sampah. Pasti banyak orang yang ga bisa jalan! Hiii..

Namanya juga negative thinking, hanya akan menghasilkan perbuatan-perbuatan dan pikiran-pikiran yang negatif. Kita tidak mampu berpikir kreatif, cerdas, optimis, dan karena kemampuan otak kita dihambatnya. Pikiran negatif juga mempunyai kekuatan lebih cepat dan lebih hebat dalam mempengaruhi dibandingkan pikiran positif. Jadi, sebaiknya terus berusaha untuk selalu berpikiran positif, dan buang jauh pikiran-pikiran negatif [Lebih jauh tentang kiat membuang pikiran negatif, akan dibahas dalam tulisan lain].

Jadi, bisa dikatakan masalah itu hanya ada dalam pikiran kita saja. Konon, dari sepuluh orang yang terbaring di-opname di rumah sakit, tujuh diantaranya hanya karena masalah-masalah pikiran (misalnya stress, krisis kepercayaan diri, underpressure, dll). yang akan memicu penyakit “yang sebenarnya” menyerang tubuh kita.

Solusi

Semua yang diciptakan Allah Swt sudah saling berpasangan. Ada air-api, baik-buruk, muda-tua, ada masalah pasti ada solusi. Yakini bahwa setiap permasalahan pasti ada jalan keluar yang terbaik dan yang tak kalah penting bahwa Allah Swt tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan hamba-Nya.

Identifikasi permasalahan. Inti permasalahan terkadang hanya persoalan simpel tetapi kita yang membuatnya menjadi rumit. Temukan inti permasalahan seperti kita mengupas bawang, buang hal-hal yang tidak berhubungan dan hanya memperkeruh keadaan.

Positive thinking. Selalu, selalu, dan selalu berpikir positif, tanamkan positive thinking mindset. Jangan biarkan pikiran-pikiran negatif mendominasi pikiran kita. Kalau hal ini sudah berjalan potensi diri yang selama ini terpendam akan muncul, Anda akan takjub dibuatnya.

Kembalikan kepada aturan Al-Quran dan hadist, yang merupakan rujukan yang sangat luar biasa dan menjadi pedoman berperilaku bagi umat Islam. Dan ingat! Serahkan segala sesuatunya hanya kepada Allah Swt.

Semoga bermanfaat.