Facebook atau FB, salah satu situs jejaring sosial yang cukup fenomenal, muncul pada tahun 2004, dibuat oleh seorang mahasiswa Harvard University bernama Mark Zuckerberg. Saat ini memiliki anggota lebih dari 200 juta pengguna, sungguh capaian yang luar biasa untuk sebuah situs. Bahkan oleh mbah google dinobatkan sebagai situs dengan pengunjung terbanyak (sumber: Kompasiana). Adakah efek positif dan efek negatif mengelola situs jejaring sosial buatan Mark ini? Kejadian-kejadian apa saja yang ada dibalik kedigdayaan facebook di dunia maya?

Berikut adalah informasi atau kejadian-kejadian yang saya kumpulkan berhubungan dengan facebook, antara lain:

  1. Dikutip dalam Vivanews menyebutkan perusahaan mengalami kerugian dikarenakan para pekerjanya banyak yang mengaksesnya pada saat jam produktif. Ada mahasiswa di salah satu universitas di Gorontalo yang berurusan dengan polisi dikarenakan menulis status yang mencemarkan nama baik polisi (sumber: Vivanews). Pada sumber yang sama juga (Vivanews), ada akun milik salah seorang anggota polisi menuai protes banyak masyarakat karena status kontroversialnya.
  2. Di blog milik Fazhaji ini, menyebutkan ada banyak bencana yang ditimbulkan oleh facebook. Dari status yang dianggap melecehkan orang lain, seorang pegawai di Swiss yang di PHK karena membohongi perusahaan dan pegawai rumah sakit yang  juga dipecat karena memasang foto hasil sinar X pasien, siswa SMA yang gantung diri, cekcok suami istri yang berujung pada perceraian rumah tangga. Ada penelitian di AS yang menunujukkan bahwa kecanduan FB dapat membuat prestasi akademik menurun, sampai dengan ada pasangan yang menikah karena pertemuannya di FB.
  3. Kompasiana juga membahas akibat buruk lain dari FB yaitu: memicu perceraian, memicu anak bunuh diri, memicu gangguan tulang karena anak-anak tidak berolah gerak, membuat orang menjadi tertutup, membuat pasangan cemburu, dijadikan ajang menantang hukum, membuat banyak orang tua jatuh cinta, mengungkap kehidupan pribadi yang bisa dimanfaatkan orang lain, sebagai ajang berjudi, trafficking (penculikan anak), dan lain sebagainya.
  4. Sumber dari detikNET menyebutkan bahwa FB juga menyebabkan pengajuan lamaran kerja ditolak, karena perusahaan membandingkan CV yang dikirim dengan akun yang dimilikinya di FB. Kemudahan mencari profil pelamar di dunia maya dimanfaatkan perusahaan untuk meng-kroscek para pelamarnya, bagaimana aktivitasnya di dunia maya, akun-akun apa yang dia punya, dapat menggambarkan bagaimana sosok sebenarnya dari pelamar tersebut.
  5. Info dari situs okezone.com menyebutkan bahwa berdasarkan investigasi kepolisian Nottingham, Inggris melaporkan kejahatan yang melibatkan FB meningkat 346% di tahun 2010.

Sebenarnya FB atau situs jejaring sosial merupakan teknologi yang luar biasa yang dapat digunakan sebagai personal branding penggunanya, banyak manfaat yang bisa di dapat asalkan dikelola dengan baik dan bijak. Beberapa tips agar penggunaan situs jejaring sosial menjadi lebih aman dan nyaman, diantaranya yang bisa dilakukan adalah:

  1. Sebaiknya tidak semua informasi detail tentang kita dan siapa keluarga disampaikan dalam situs. Karena dengan begitu banyaknya pengguna internet di dunia kita pasti ada aja yang “memanfaatkan” informasi pribadi kita untuk hal-hal yang kurang baik.
  2. Tunjukkan itikad baik anda dengan mencantumkan nama dan foto yang baik, bukan nickname atau nama alias (atau foto) yang membingungkan, lucu-lucu, dan aneh.. J sehingga pengguna lain dapat menerima anda dengan baik.
  3. Tuliskan status yang sekiranya dapat meningkatkan citra dan reputasi baik kita, bukan sebaliknya. Pisahkan hal-hal intern apa yang tidak layak menjadi konsumsi publik (ini juga bisa jadi tips untuk para selebriti/artis .. 😉 ).
  4. Bagi para orang tua, apabila anak-anaknya ingin memiliki akun jejaring sosial sebaiknya diperbolehkan saja asal dipantau dengan baik. Ini menjaga agar si anak tidak secara sembunyi-sembunyi mengaksesnya sementara si anak belum tahu informasi mana yang layak diakses. Namun langkah ini menurut seorang psikolog, harus dilakukan dengan cerdas agar si anak tidak merasa sedang dimata-matai dan beritahu si anak agar menerima ajakan pertemanan dari teman-teman yang dikenalnya saja (misalnya teman sekolah atau kursus). Sebaiknya komputer diletakkan di ruang keluarga karena akan lebih mudah mengawasi aktivitas anak dalam bersosialisasi di dunia maya.

Ok.. selamat bersosialisi.