Saya yakin 300% bahwa kebanyakan orang sudah dengar istilah pemanasan global atau global warming, bahkan mungkin sudah biasa dan lebih parahnya sudah boosseenn kali ya.. 🙁 Bahkan mungkin ada yang berpikir, saya sudah melakukan penghijauan, go green, mengurangi polusi dengan naik sepeda, dll. tapi tetep ga ada perubahan tu.. adanya malah capek karena nyepeda tiap hari.. 🙂

Ok.. buat saya ini masalah serius, jadi harus dibahas dengan lebih cara yang lebih serius pula. Berikut hasil renungan saya setelah kluyuran online mencari informasi seputar pemanasan global yang akhir-akhir ini terasa betul manfaatnya, maaf, akibatnya oleh kita.

Apa sih pemanasan global itu?

Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Penyebab pemanasan global menurut hasil penelitian yang telah dilakukan adalah karena meningkatnya jumlah emisi gas rumah kaca (green house gases) dalam atmosfer.

Gas rumah kaca adalah lapisan atmosfer yang menyelubungi bumi, gunanya adalah untuk tetap menjaga agar permukaan bumi berada pada temperatur normal sehingga bumi tetap hangat dan nyaman untuk ditinggali oleh mahluk hidup di dalamnya.

Jadi, apa masalahnya?

Bumi kita pada dasarnya sangat membutuhkan adanya gas rumah kaca untuk kelangsungan mahluk hidup di dalamnya. Sebagai perbandingan planet mars yang tidak memiliki gas rumah kaca suhunya menjadi sangat dingin, rata-rata −32oC dan tidak nyaman untuk ditinggali. Namun karena ulah manusia sendirilah yang mengakibatkan bumi menjadi panas. Terutama aktifitas manusia yang berhubungan dengan penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi dan batubara), serta aktifitas lain yang berhubungan dengan hutan, pertanian, dan peternakan.

Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah karbondioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan oleh agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak). Nitrogen oksida (NO) dan pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuknya kulkas dan pendingin ruangan. Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan, karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 nya ke atmosfer dan akan menambah jumlah emisi gas rumah kaca.

Pemanasan global bisa mengancam kehidupan di planet bumi atau dengan kata lain pemanasan global merupakan ancaman terbesar di planet bumi. Fakta-fakta yang bisa dijadikan dasar atas pernyataan tersebut, antara lain:

1. Mencairnya es di kutub utara dan selatan
Pemanasan global berdampak langsung pada mencairnya es di kutub utara dan selatan. Es di Greenland yang telah mencair mencapai 19 juta ton. Dengan menggunakan data es terbaru, serta model prediksi yang lebih akurat, Dr. H. J. Zwally, ahli iklim NASA, membuat prediksi yang sangat mencengangkan: HAMPIR SEMUA ES DI KUTUB UTARA AKAN LENYAP PADA AKHIR MUSIM PANAS 2012!

2. Meningkatnya level permukaan air laut
Mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan berdampak langsung pada naiknya level permukaan air laut. Para ahli memperkirakan apabila seluruh Greenland mencair maka level permukaan air laut akan naik sampai dengan 7 meter dan cukup untuk menenggelamkan seluruh pantai, pelabuhan, dan dataran rendah di seluruh dunia.

3. Perubahan iklim/cuaca yang semakin ekstrim
Pemanasan global berimbas pada semakin ekstrimnya perubahan cuaca dan iklim di bumi. Pola curah hujan berubah-ubah tanpa dapat diprediksi sehingga menyebabkan banjir di suatu tempat, tetapi kekeringan di tempat lain. Topan dan badai tropis mulai bermunculan dengan kecenderungan semakin lama semakin kuat. Di Indonesia sendiri akhir-akhir ini sering terjadi badai yang mengganggu jalannya pelayaran dan pengangkutan baik melalui laut maupun udara.

4. Gelombang panas menjadi semakin panas
Pemanasan global mengakibatkan gelombang panas menjadi semakin sering terjadi dan semakin kuat. Gelombang panas ini bisa mematikan ratusan ikan air tawar, merusak hasil pertanian, memicu kebakaran hutan yang hebat, menyebabkan kekeringan parah serta membunuh hewan-hewan ternak, bahkan bisa mengakibatkan korban jiwa, karena kepanasan dan kekurangan cairan. Di Indonesia sendiri, khususnya di Pulau Jawa 2007 – 2008 suhu udara pernah mencapai 39oC.

5. Habisnya gletser/sumber air bersih dunia
Mencairnya gletser-gletser di dunia mengancam ketersediaan air bersih dan dalam jangka panjang akan turut menyebabkan level air laut. Saat ini gletser-gletser di dunia mencair hingga titik yang menghawatirkan, jumlah gletser di dunia yang hilang tidak kurang dari 8000 meter kubik.

Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa planet bumi sedang terus memanas, dan dapat dipastikan bahwa manusialah yang bertanggung jawab atas semua ini, oleh karena itu, kita harus menyelamatkan planet bumi ini agar kita bisa tetap tinggal. Ok.. sekarang kita sudah tahu apa itu pemanasan global, dan kita juga sudah merasakan secara langsung beberapa fakta di atas. Jadi, sudah tidak patut lagi kalau kita tidak peduli.

Apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan planet bumi ini? Ikuti tulisan saya selanjutnya. Merdeka! 😐