Berikut adalah liputan dari http://news.okezone.com/

YOGYAKARTA – Seperti banyak perkiraan sebelumnya, Din Syamsudin kembali terpilih menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 2010-2015. Din berjanji akan menjaga hubungan Muhammadiyah dengan pemerintah secara proporsional berdasarkan asas loyal kritis.

Penetapan Din Syamsudin sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah baru dibacakan oleh Ketua Pemilihan Anggota PP Muhammadiyah Rosyad Sholeh di depan anggota tanwir di gedung Sportorium UMY.

Din yang lahir di Sumbawa Besar, 31 Agustus 1958, dipilih menjadi pimpinan tertinggi Muhammadiyah melalui sidang pleno tertutup 13 Anggota PP Muhammadiyah yang dilangsungkan di salah satu ruangan gedung AR Fachrudin UMY yang berlangsung sekitar dua jam.

“Secara aklamasi, 13 anggota PP Muhammadiyah menyepakati Prof Dr HM Din Syamsudin menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2010-2015. Apakah tanwir setuju?,” kata Rosyad Sholeh yang disambut teriakan setuju serta riuh tepuk tangan anggota tanwir, Rabu (7/7/2010).

Selain memilih Ketua Umum, rapat pleno anggota pimpinan pusat juga menetapkan Agung Danarto sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. Agung Danarto sebelumnya adalah Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sementara untuk delapan posisi ketua, dua posisi bendahara, dan satu lagi posisi sekretaris umum akan dibicarakan kemudian.

Usai penetapan sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk kedua kalinya, Din mengaku perasaanya sama dengan saat dirinya terpilih menjadi ketua umum pada periode sebelumnya, yakni berdimensi ganda. Doktor lulusan University of California Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat ini merasa bahagia karena mendapatkan anugerah yang luar biasa dari Allah SWT tapi juga sedih mengingat amanat yang diembannya sangat berat.

“Alhamdulillah, 13 anggota PP bersepakat secara aklamasi memberikan amanah pada kami menjadi ketua umum untuk kedua kalinya,” kata Din.

Proses sidang pleno pimpinan yang berlangsung lama, sekitar dua jam, disebabkan setiap anggota pimpinan pusat diberikan kesempatan menyampaikan kesan, pesan, dan kritik mengenai Muhammadiyah selama ini dan ke depan. Banyak hal yang disampaikan termasuk terkait sikap Muhammadiyah dalam berpolitik.

Pandangan setiap anggota PP Muhammadiyah kemudian direkam dan dijadikan sebuah komitmen bersama bagi Muhammadiyah ke depan.

versi DOC.