Tak terasa hari sudah menjelang sore, waktu kerja sudah berlalu 3 jam yang lalu. Entah kenapa Budi merasa bila dikantor penat seharian bekerja tak terasa, seakan-akan mampu terus bekerja berjam-jam lamanya. Biasanya akumulasi kepenatan seharian bekerja muncul setelah Budi tiba dirumah. Keinginan yang utama hanya satu bersihkan diri dan ISTIRAHAT. Suatu sore sesampainya di depan rumah, ada wajah kecil nan lucu yang menyambut Budi dengan senyumnya. “Assalamu’alaikum .. mau cari siapa ya..?” tanyanya. Dengan sedikit kaget dan bingung  Budi menjawab saja “Waalaikumsalam.. mau cari Pak Budi de..” Lalu dia menjawab lagi “Lho.. Pak Budi kok cari Pak Budi he..he..”. Itu adalah canda si kecil yang menyambutnya sesampai dirumah. Cuaca agak mendung dan gerimis mulai turun, terlihat di dalam istrinya sedang menggoreng pisang goreng menebarkan senyumnya.. Wah.. rasa penat setelah seharian bekerja hilang sudah. Rasanya ingin sekali sore itu terus terulang selamanya.. Alhamdulillah..

Beruntunglah Budi, karena memiliki keluarga yang menyenangkan, anak yang lucu dan pintar, istri yang sholehah serta rumah yang nyaman . Hmm.. rumah serasa bagaikan surga buat Budi. Yup!.. konsep surgaku rumahku (baiti jannatii) pasti menjadi dambaan setiap keluarga. Hal ini bukan suatu hal yang mustahil, karena ada kiat-kiatnya. Asalkan kita mau kita pasti bisa mewujudkannya. Berikut adalah kiat-kita yang saya ambil dari Majalah Sakinah, dengan harapan bukan saya saja yang menerapkannya tetapi pembaca yang budiman juga bisa ikut merasakan manfaatnya setelah mencoba untuk menghadirkan surga di rumah kita.

1. Milikilah sebaik-baik perhiasan dunia

Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah, dialah bidadari surga dunia. Siapapun yang menginginkan rumahnya seindah surga, harus memilikinya. karena itu.. wahai para lelaki jangan sampai salah memilih calon permaisurimu. Janganlah engkau hanya terpesona keindahan semu semata, temukanlah keindahan hakiki yang berasal dari dalam hati ;). Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik wanita adalah jika kamu memandangnya dapat membuatmu senang, jika kamu menyuruhnya maka dia selalu taat, jika kamu memberinya (uang) maka dia akan menggunakkannya untuk kebaikanmu, jika kamu pergi maka dia akan menjaga dirinya dan hartamu.” (Riwayat An-Nasa’i)

2. Perhatikan kebersihan, kerapian, dan keindahan rumah

Surga tidak akan hadir di rumah yang kotor dan berantakan. Rumah seperti itu juga tidak akan mendatangkan ketrentaman di hati penghuninya. Kekompakan penghuni rumah sangat dibutuhkan untuk menjaga rumah tetap bersih, rapi, dan indah. Bersihkan rumah setiap hari, ajarkan kepada anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya dan merapikan mainan sejak dini. Jangan pernah menunda membereskan segala sesuatu, misalnya sehabis makan, usahakan segera mencuci perabotnya agar tidak menumpuk.

3. Hiasi diri dan anak-anak dengan akhlakul karimah

Rumah mewah tidak akan membahagiakan bila para penghuninya tidak menghiasi diri dengan  akhlakul karimah. Dan sebaiknya sebelum mengajarkan kepada anak-anaknya, orang tua harus memperbagus akhlaknya terlebih dahulu. Seorang suami hendaknya membiasakan diri untuk bercakap-cakap dengan lemah lembut, tidak main bentak kepada anak dan istrinya. Ingatlah sabda Rasulullah SAW bahwa sebaik-baik suami adalah yang paling baik terhadap keluarganya.

4. Jaga keluarga agar tidak kelaparan

Seorang anak akan mudah rewel dan marah-marah, bila sampai kelaparan. Juga seorang suami atau istri, emosinya akan mudah tersulut bila ia dalam keadaan lelah dan lapar. Karena itu, suami harus bisa memberikan nafkah yang mencukupi agar keluarganya tidak sampai kelaparan. Demikian pula seorang istri harus bisa membuat hidangan lezat untuk keluarganya. Makanan lezat tidak harus mahal, ubi rebuspun akan terasa lezat bila dinikmati bersama-sama. Keberkahan akan menurunkan berkah dari langit, dan membuat makanan sederhana jadi istimewa.

5. Bersikaplah qana’ah

Sikap qana’ah adalah sikap menerima dan mensyukuri apa yang telah dianugerahkan Allah SWT pada kita. Seberapa pun rezeki yang Allah berikan, harus selalu kita syukuri. Barangsiapa bersyukur maka Allah SWT akan menambah nikmat-Nya, dan barangsiapa kufur nikmat maka Allah akan mengazabnya.

6. Hindari konflik berkepanjangan

Bila suatu hari terjadi konflik antara suami-istri, maka Anda berdua harus berusaha untuk meredamnya. Jangan ragu atau malu untuk mengakui kesalahan, atau meminta maaf terlebih dulu demi anak-anak dan keharmonisan rumah tangga. Biasakanlah mengucapkan kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih” dalam berinteraksi dengan seluruh anggota keluarga.

7. Jauhkan setan dari rumah kita

Agar setan menjauh dari rumah kita, maka semarakkanlah dengan bacaan dzikir pagi dan petang serta bacaan Al-qur’an agar rumah kita tidak seperti kuburan. Rumah yang tak pernah dibacakan dzikir dan kalamullah di dalamnya akan sangat disukai oleh setan. Selain itu, jauhkanlah rumah kita dari gambar-gambar makhluk bernyawa. Gambar-gambar itu sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya, dan sangat disukai oleh setan. Bagi yang memiliki televisi, gunakan hanya untuk melihat tayangan yang bermanfaat.

8. Hiaslah rumah atau halamannya dengan sesuatu yang menyejukkan

Tanaman berbagai pohon perindang atau berbungaan yang akan menyegarkan dan menyejukkan. Suasana teduh, asri, dan indah akan tercipta, sehingga membuat kita tinggal di rumah.

Mudah-mudahan kita bisa menghadirkan surga di rumah kita. Amin

Unduh: Menghadirkan Surga di Rumah Kita (doc) dan (pdf)