Berkaitan dengan tulisan dari Pak Riri Satria tentang Google Generation, saya jadi teringat anak saya dirumah. Dia baru berumur 5 tahun 7 bulan, namun kemampuannya menggunakan mouse, keyboard komputer mengalahkan ibunya. Si kecil sudah sangat luwes dalam mengoperasikan alat-alat tersebut. Saya lihat dia sudah tahu klik kanan dan kiri, mengenal backspace dan delete dengan baik. Malahan, beberapa hari terakhir ini dia sedang asyik melihat-lihat CD Panduan Microsoft Office 2007 yang baru saja saya dapatkan. Awalnya dia hanya melihatku saja, tapi sehari kemudian dia memintaku untuk mengajarkan apa yang dia lihat di dalam CD panduan tersebut, pagi ini kulihat dia sudah bisa memodifikasi gambar clip art!

Saat ini, saya yakin para orang tua punya cerita sendiri mengenai anak-anaknya berkaitan dengan pengalamannya menggunakan IT. Kemampuan si kecil  terus meningkat seiring dengan cepatnya perkembangan teknologi, dan betul kata Pak Riri bahwa ada pekerjaan baru buat para orang tua dalam mengawasi perjalanan anaknya, atau bisa dikatakan ini merupakan sebuah tantangan karena kita pun (sebagai orang tua) dituntut untuk bisa melek teknologi agar dalam proses pengawasan tersebut terasa lebih adil. Kemampuan untuk mempelajari hal baru, dalam hal ini teknologi internet dan produk pendukungnya, bagi para orang tua yang sudah sibuk dengan pekerjaannya sendiri, bukanlah hal yang mudah. Apalagi bagi mereka yang dalam aktivitas kesehariannya tidak berhubungan langsung dengan teknologi.

Bagi yang tidak punya waktu untuk mempelajari teknologi, saya pikir dengan menemaninya dalam aktivitasnya menggunakan teknologi juga akan sangat membantu dalam upaya mencegah dampak negatif dari teknologi itu sendiri. Pemerintah melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika RI berperan aktif mensosialisasikan Program “Internet Sehat dan Aman“. Dalam kegiatan tersebut disosialisasikan beberapa program dan aplikasi yang bertujuan mencegah konten-konten negatif dari internet. Sejauh mana kehandalannya saya pribadi belum pernah mencobanya, mungkin jika ada rekan-rekan yang pernah mencobanya, mohon bisa di-share kepada kita semua 😉

Ada baiknya si anak diberi penjelasan tentang manfaatnya dan mana yang tidak bermanfaat dari teknologi, karena buat pengalaman saya pribadi pendekatan manfaat lebih mengena dan lebih mudah terekam oleh anak. Sesuatu yang negatif tidak perlu disembunyikan, karena di era informasi ini tidak ada yang tidak bisa dicari. Jadi akan lebih baik si anak kita beritahu daripada tahu dari orang lain yang belum tentu tepat penjelasannya, sehingga akan membuat salah persepsi terhadap teknologi itu sendiri.

Salam.. 🙂

Photo by: ye olde bag@flickr.com

GG