Seorang anak pra sekolah ibarat sebuah super komputer baru dengan mega harddisk berkapasitas penyimpanan data yang sangat besar. Karena mega harddisk tersebut masih baru maka masih banyak tempat kosong di dalamnya, siap meng-install program-program baru yang dibutuhkan. Walaupun terkadang semua program di-install-nya baik dibutuhkan ataupun tidak. Karena kapasitas memori anak yang super besar maka hal-hal yang menurut mereka baru akan disimpan dengan baik.

Ada cerita yang menarik dari seorang teman, suatu hari karena dia membawa barang terlalu banyak sehingga mengharuskannya membuka pintu dengan kaki, nah.. anaknya melihat hal tersebut dengan seksama. Esok harinya ketika anaknya ingin bermain keluar dia membuka pintu rumah dengan kakinya. Itu baru membuka pintu, jangan sampai kita melakukan hal yang aneh-aneh lainnya lho..

Ada juga seorang mahasiswa yang sampai saat ini kalau berbicara tergagap-gagap dan berkeringat dingin. Setelah diajak bercerita dari hati ternyata dia memendam kekecewaan yang sangat mendalam kepada ayahnya. Ceritanya suatu hari pada saat dia kelas 2 SD, sekolahnya libur sementara sekolah lain tetap masuk. Sepulang dari kantor melihat anaknya sedang dirumah, ayahnya marah besar karena menyangka dia bolos sekolah, ketika dia ingin berbicara ayahnya tidak memberi kesempatan. Dia dihukum dimasukkan dalam air, yang membuat dia sangat ketakutan. Kejadian tersebut terekam dengan baik dalam memorinya, hingga membuat trauma yang mendalam hingga kini.

Perkembangan Anak

Si kecil juga seorang petualang, dia akan sangat senang menjelajah hal-hal yang baru buatnya. Apalagi hal-hal tersebut merupakan hal yang dilarang oleh orang tuanya (api, listrik, kotoran, pedas/cabe, dll), wuiiihh.. akan menambah penasaran dan yang pasti akan dimasukkan dalam daftar hal-hal unik yang harus dilakukannya bila “suasananya mendukung” 😉 dan bila ada kesempatan.

Menurut para ahli anak, usia 0-3 tahun merupakan masa keemasan (golden age) dari seorang anak. Jadi untuk pembiasaan sesuatu yang positif sebaiknya ditanamkan pada umur tersebut, walaupun sebenarnya proses komunikasi bisa dilakukan pada saat janin masih dalam kandungan sang ibu. Saya masih ingat betul ketika sikecil (anak saya) masih berumur beberapa bulan setelah dilahirkan sering saya ajak ngobrol tengah malam karena biasanya dia bangun dan susah tidurnya. Walaupun dia tidak mengerti apa yang saya katakan tetapi saya percaya bahwa bayi sudah bisa menangkap suasana hati dan bahasa tubuh orang dewasa. Itu sebabnya ketika kita tidak akan bisa menenangkan bayi yang sedang menangis ketika kita sendiri sedang dalam suasana hati yang tidak menyenangkan, sekalipun mimik wajah kita tersenyum.

Memasuki usia sekolah, semakin banyak hal diluar rumah yang dia jumpai. Kenapa bisa begini? Trus kok begitu ya.. Caranya gimana? Apa itu yah? Itu semua adalah daftar awalan pertanyaan yang memenuhi pikirannya. Saran saya jawablah dengan bijak, demi kemajuan anak. Biarkan pemikirannya berkembang, jangan terlalu banyak larangan. Karena selama kita mengawasi mereka dengan baik, hal-hal yang tidak diharapkan bisa dicegah. Konon katanya, ada ribuan kata “jangan”,” tidak boleh”, kata-kata larangan lain yang dilontarkan orang tua kepada anaknya sehingga secara langsung akan direkam oleh memorinya. Sehingga menyebabkan pikiran anak kurang berkembang, mungkin itu juga yang terkadang membuat hal negatif/prasangka cukup mendominasi pikiran kita.

Anakku adalah sahabatku

Kalau Prof Heru bilang, sebagai seorang pembelajar sejati kita harus belajar dari siapapun, kapanpun dan dimanapun. Tidak adanya pikiran-pikiran sampah dalam otaknya, membuat dia mempunyai ide-ide segar, lucu, dan orisinil yang terkadang terlontar dari mulutnya. Banyak hal baru dan pencerahan yang saya dapat dari anak-anak. Sebaiknya samakan “gelombang frekuensi” yang kita miliki dengan si kecil, apabila kita ingin bisa menemukan ide-ide kreatifnya. Sungguh puas rasanya bila kita bisa meluangkan waktu setiap hari untuk memasuki dunia si kecil. Caranya simpel saja, bila diajak bermain, ikuti dan lakukan semua permainannya dengan tulus.

Guru TK adalah sosok yang dipatuhi

Menurut saya para guru TK adalah sosok yang luar biasa. Merekalah yang menggantikan peran ibunya di awal anak mulai sekolah. Satu-satunya sosok diluar lingkungan rumah yang paling disukai, dan dipatuhi sikecil. Saya punya pengalaman bagus tentang hal ini, anak saya agak susah makan buah. Kami sudah mencoba membuat menu yang berasal dari buah, namun sikecil tidak menyukainya. Kami mencoba menceritakan hal ini kepada guru TK-nya dan ternyata beliau punya ide bagus untuk membuatnya makan buah, hari berikutnya entah apa yang dilakukan ibu guru tersebut anak saya sudah mulai meminta dibelikan jus buah. Saya pikir.. ini merupakan langkah awal yang baik.

Anak adalah sosok yang unik, jadi baik atau tidaknya anak kita sangat tergantung dari didikan yang kita berikan. Kita harus menyiapkannya menghadapi dunia luar yang keras. Kepadanyalah kita akan bergantung pada saat usia senja kelak. Jadi, berikanlah yang terbaik buat anak-anak kita.

Selamat Hari Anak Nasional. 🙂

Sumber: pengalaman pribadi